senyum talita
pagi yang indah
non talita...non talitaaa ayo bangun..uda siang non,non ngak sekolah lagi...??"
begitu setiap pagi mbok pur membangunkan talita yang sudah seminggu tidak masuk sekolah.sudah bulan kedua sejak ia naik kelas 3 di bangku sltp,namun hanya beberapa hari saja ia sekolah dalam sebulan.satu dua hari masuk , kemudian satu minggu membolos . satu hari masuk kembali , lalu membolos kembali....
talita seperti sudah kehilangan arah dan gairah . ia masa bodoh dengan prestasi" yang pernah ia raih. teman" menceriakan hidupnya dan impiannya masuk sma favoritnya.hal" itu tidak lagi membuatnya ber-semangat sekolah.
semua berawal ketika mamanya mengetahui perselingkuhan yang dilakukan oleh ayah yang selama ini mereka cintai dan mereka hormati.ayah yang selama ini menjadi panutan karena memiliki nilai" luhur dalam dirinya dan menerapkan dalam keluarga.kini berubah menjadi ayah yang mementingkan hawa nafsu dan ambisinya sehingga mengorbankan keluarga yang selama ini penuh damai dan kehangatan....
setelah berhasil melakukan perjanjian bisnis kayu di kalimantan dengan salah seorang konglomerat negeri ini,ayah menjadi seperti kebanyakan bos , bekerja dan bekerja , lalu membuang penat dengsn hurs" di club malam..dan yang menemaninya adalah sang sekretaris pribadi yang memiliki tugas ganda sebagai asisten untuk urusan kantor dan asisten untuk urusan kehidupan pribadi.bahkan ayah berencana untuk menjadikan isteri muda.
sang mama pun berubah menjadi nyonya" yang sibuk bersosialita untuk melampiaskan kekesalannya terhadap suaminya.
selama satu tahun talita di bangku kelas 2 keributan demi keributan tidak berhenti merusak ketenangan ia dan keluarganya.mamanya yang tidak terima di khianati dan ayah yang bertindak seenaknya membuat pertengkaran tidak bisa dihindari,sekalipun hanya hal" kecil bisa menjadi sumber perdebatan hebat.
talita sudah merasa jenuh tidak hanya karena membuat telinga bising ketika mendengar lontaran caci maki antara kedua orang tuanya,tapi keributan yang tak jarang meluncurkan piring terbang itu membuatnya tidak bisa berkonsenterasi dalam belajar . kadang jika sudah tak tahan ia menangis sambil bersembunyi di balik selimut hingga tertidur.berharap semuanya cepat berlalu.
hanya diary biru muda kesayangannya yang menjadi tempat ia mencurahkan kegetiran hatinya melihat keluarga yang ia banggakan selama ini menjadi hancur.ia tidak bisa berbagi dengan sang kakak,ari,karena sang kakak memilih caranya sendiri untuk menghindari rumah yang semakin panas yaitu dengan balap liar.
pernah satu kali saking frustasinya membuat talita tidak sanggup menulis apapun . diary yang sudah dibuka yang harusnya diisi dengan tulisan berubah menjadi wadah air mata yang mengalir deras dari kedua matanya yang indah.
talita beruntung memiliki teman"yang baik yang selalu membuatnya tertawa.ia selalu mendapat penghiburan dari mereka sekalipun ia tak pernah menceritakan apa yang terjadi dalam rumah kepada sahabat"nya....
namun kini energinya sudah habis , keceriaan yang diberikan para sahabat" nya sudah tidak terlalu membantu untuk melepaskan kesedihan dan tekanan yang ia rasakan. kini ia lebih memilih untuk menyendiri dan menjauh dari teman" nya keminderan memiki keluarga yang tidak harmonis sudah melanda hidupnya..
" iya mbokk, bentar lagi" , ucap talita sambil mengulat tubuhnya dan menarik kembali selimut untuk menutupi tubuhnya..
cerahnya mentari yang sudah masuk kedalam kamar melalui jendela yang kordennya sudah dibuka oleh mbok pur.. membuatnya enggan untuk bangkit dan keluar kamar.karena ia merasa cerahnya mentari tidak mewakili hidupnya karena jelas bertolak belakang dengan suasana hatinya yang selalu mendung.
berhubung sudah satu minggu ia tidak sekolah dan harus mengurus jadwal tambahan belajar di sekolahnya , ia berjuang membuka mata dan mengangkat tubuhnya untuk melangkah ke kamar mandi, sekalipun dengan tubuh yang seolah ditibani karung beras puluhan kilo...
tiba di sekolah
" hayy talita .." para sahabat menghampiri talita yang memilih langsung duduk di kelas ketimbang mencari keberadaan sahabatnya,seperti yang biasa ia lakukan setibanya di sekolah,
" hayy guys" jawabnya." kebetulan,katanya ada PR ya,gw liat donkk"..
mereka hanya memandangi talita.
" kenapa ko pada diam??"
" talita,kayanya lo tuh lagi ada masalah ya??" tanya nuri , sahabatnya yang paling tomboy..
" achh nda ada apa", biasa aja " , dengan muka yang tetep tersenyum..
" talita plizz dech ... satu hari masuk seminggu bolos , satu hari lagi masuk seminggu bolos lagi,ini bukan loe banget" kata nuri yang jelas melihat sahabatnya ini mengalamisesuatu karena ada perubahan sejak 2 bulan terakhir.
lori menambahkan , " teruzz kalo lo lagi nggak masuk gituu. sms n BB kita kan juga gaa pernah lo bales . kalo di telepon baru mau ngomong , itu juga cuma sedikit"...
" teruzz lagi nichh ya, lo lebih menyendiri di kelas.kalo bukan lo lagi ada masalah apa lagi???
apa lo uda bosen sama kita"...",tanya nuri.
" ya ampun nur..kok segitunya sick pikiran nya ? nga kok bener dechh ngaa ada apa".ya kalo gw begitu mungkin lagi ngga bergairah aja kali" masih dengan senyum..
" ya udah sekarang gw liat PR.ya donkk", talita mengalihkan perhatian.
"liat PR orang juga bukan lo yg gw kenal" , kata laras,sekaligus menegaskan pikiran mereka jika sahabatnya itu sedang ada masalah.
talita pun diam..
ia tidak bisa mengatakan apa yg terjadi ia merasa permasalahannya ini tdk bs sembarangan diceritakan sekalipun sengan sahabatnya.
" ok dechh gw ngaku, gw emang lagi ada masalah di rumah.tapi maaf ya gw ngaa bisa buka terlalu banyak masalah apa?? gw hnya minta do'anya , teruzz sama kalian yang selalu membuat gw ketawa dechh...", coba lebarkan senyumnyaa....
para sahabat terbaiknya itu pun tidak memaksa talita untuk bercerita , mereka hanya melakukan apa yang talita inginkan , menceriakan hari"nya..
ini sangat mungkin karena ketiga sahabatnya adalah orang" dengan selera humor tinggi n sangat menggelitik.entah bagaimana mereka bisa seperti itu.hampir tidak pernah mereka dalam konsisi"bed time" karena mereka selalu menciptaan candaan" yang kerap membuat pipi kelelahan tertawa dan perut kesakitan.